Siswa Duta Karya Membuat Bahan Bakar Alternatif

CheckUpMedia | Pemanfaatan biodiesel menjadi salah satu alternatif upaya yang bisa dilakukan agar bisa menekan impor bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 
Salah satu jurusan di SMK Duta Karya membuat biodiesel.  Shela siswi SMK Duta Karya mengatakan bahwa "Biodiesel digunakan untuk bahan bakar alternatif".
Dalam memproduksi biodiesel menggunakan bahan  minyak nabati, metanol, KOH, aquadest, mgso4 anhidrat, dan indicator universal.
Alat yang digunakan yaitu gelas ukur, termometer, magnetic bar, spatula, piknometer, aerator, klem dan ring, panci penangas.
Berikut cara pembuatan biodiesel.
1.  Rangkai peralatan proses pembuatan biodiesel
2.  Timbang 0,5 gram KOH, masukkan ke dalam labu erlenmeyer 100 mL.
3.  Ambil 10 mL metanol, masukan ke dalam gelas beaker yang berisi KOH, aduk dengan hati-hati sampai KOH larut hingga terbentuk K-metoksida.
4.  Ambil  50  mL minyak  nabati, masukkan ke dalam erlenmeyer asah dan panaskan pada temperatur 40-60°c
5.  Masukkan dengan hati-hati larutan K-metoksida ke dalam minyak yang telah panas sambil diaduk menggunakan magnetic bar secara kontinyu pada temperatur konstan selama satu jam (proses transeterifikasi).
6.  Setelah  proses  transesterifikasi  selesai,  pindahkan  campuran  ke  dalam corong pisah, dan diamkan beberapa saat hingga terbentuk dua lapisan. Selanjutnya, pisahkan kedua lapisan tersebut.
7.  Cuci crude biodiesel hasil dengan aquadest hangat secara berulang-ulang dengan metode ekstraksi menggunakan corong pisah, hingga jernih dan netral (sampai pH limbah hasil cucian sama dengan pH aquadest pencuci awal).
8.  Lakukan pengeringan dengan cara pemanasan pada suhu 105°c atau pada suhu 80°c sampai gelembung uap air hilang atau tinggal sedikit.
9.  Setelah pengeringan, tambahkan kristal MgSO4 anhidrat 0,1 gram atau sampai gelembung-gelembung air dalam biodiesel betul-betul hilang, kemudian lakukan penyaringan.
penulis : Lina Veronia